Artikel

Life with Digital Marketing? Why Not?!

Berhasil Karena Berproses…Semua Orang Bisa

Kecepatan adalah mata uang bisnis….

Begitu kata para motivator bisnis yang sering saya dengar di media sosial. Kata-kata yang begitu bertenaga dan lugas. Meski sangat sering saya dengar tapi ada keraguan. Saya tidak percaya 100%.

Tahun 2015 bagi saya digital masih begitu asing. Satu-satunya yang saya miliki saat itu adalah netbook second yang dibeli dari tangan tetangga di kampung. Handphone masih seri jadul yang biasa diejek oleh kawan-kawan seangkatan kuliah sebagai HP “layar kunyit” karena layarnya berwarna kuning.

Dan jurusan kuliah yang baru saya tamatkan tak ada sangkut pautnya dengan dunia digital, apalagi internet!!! Perkenalan saya dengan dunia maya berawal dari warung internet (warnet) yang saat itu sudah booming. Pelan-pelan karena kebutuhan akses internet semakin tinggi akhirnya saya putuskan untuk membeli modem yang pada awalnya tidak saya pahami bagaimana cara menggunakannya? Singkatnya, saya begitu katrok dengan dunia digital.

Lalu bagaimana saya bisa mempercayai bahwa orang akan bisa sukses dengan internet? Bagaimana membayangkan “kecepatan adalah mata uang bisnis” jika hal-hal teknis seperti menghubungkan internet dengan netbook saja tidak bisa? Pada saat-saat demikian saya tak membayangkan sama sekali bisa terjun di dunia yang konon menjadi masa depan masyarakat dunia itu.

Ketika saya lulus kuliah pada tahun 2016 saya dihadapkan dengan normalnya anak muda: mencari kerja. Apalagi dengan predikat alumni kampus ternama tentu sangat menambah beban psikologis saya. Tapi dunia kerja tetaplah dunia kerja. Ia adalah medan persaingan yang sangat keras. Tidak memandang kita jebolan kampus mana. Saya merasakan tekanan luar biasa karena menganggur beberapa waktu. Yang jelas saya rasakan ini sangat menyakitkan karena kondisi ekonomi keluarga yang saat itu sedang sulit dan saya masih menganggur. Beberapa kali saya mengajukan lamaran ke perusahaan dan sesering itu pula saya ditolak.

Situasi sulit membuat saya berani putuskan untuk menghubungi beberapa kenalan yang saya kenal punya usaha. Barang kali mereka butuh bantuan tenaga kerja. Paling tidak saat ini saya harus kerja dan mencari sedikit uang untuk meringankan beban keluarga.

Seorang kawan yang kebetulan berbisnis distributor sayur dan daging di hotel menerima saya dengan baik. Saya bekerja menjadi kurir yang mengantarkan sayuran ke hotel. Saya tahu bahwa ini bukan pekerjaan yang semestinya bagi lulusan jurusan sosial. Tapi lagi-lagi saya sadar ini bukan saatnya menjaga gengsi. Saya harus berkeringat untuk dapat uang. Titik!

Setiap pagi saya keluar masuk pasar tradisional. Membeli sayur mayur dan buah yang dibutuhkan hotel. Pesanan-pesanan itu saya antarkan ke hotel dengan sepeda motor hasil pinjaman kawan. Saat itu saya belum mempunyai sepeda motor sendiri. Setelah belanjaan itu sampai hotel barulah saya dapat gaji. Dari gaji itu saya harus membagi dengan kawan yang memiliki usaha sesuai kesepakatan. Dari gaji itulah saya pelan-pelan menabung. Saya membayangkan jika tidak ada pekerjaan tetap dalam jangka pendek maka akan membuka usaha sendiri. Tabungan itu bisa menjadi modal usaha.

Beberapa bulan saya bekerja sebagai kurir sayur, Tuhan mempertemukan saya dengan kawan lama. Lewat obrolan Facebook tiba-tiba dia menanyakan kabar dan pekerjaan saya. Saya ceritakan apa adanya. Dan hanya berselang satu minggu kami bertemu di warung kopi sederhana.

Kami bercerita lebih jauh soal pekerjaan masing-masing. Dia bercerita bahwa selama 3 tahun belakangan ia menjalani bisnis online melalui website. Ia dan team memiliki website yang menjual aneka permainan anak-anak. Saat-saat inilah saya mulai mengenal lagi dunia digital.

Ah..saya kira hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang punya website. Ternyata teman saya sudah punya juga

Saya menanyakan lebih jauh mulai dari produk, pengelolaan website, customer service, pengiriman barang dan hal-hal yang dibutuhkan untuk membuka bisnis online. Dan perlahan-lahan saya tahu logika bisnis online khususnya melalui website.

Saya agak terkejut ketika kawan saya bilang hanya butuh modal 600 ribu untuk membangun website bisnis sederhana

Tapi saya masih ragu untuk membangun bisnis ini. Rasa asing saya terhadap digital marketing masih lebih besar meskipun sudah ada bukti konkret teman saya. Saya masih menikmati pekerjaan yang saya geluti saat itu. Hingga suatu waktu hotel yang menjadi klient saya berpindah kepemilikan dan memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerja sama.

Ini jelas situasi yang berat. Sumber rizki yang saya geluti jelas-jelas akan tertutup. Sementara belum ada panggilan perusahaan dan beban keluarga terus bertambah.

Saya kembali menghubungi kawan lama untuk berbicara secara serius perihal digital marketing. Ia memberi saran untuk membangun website dengan produk tertentu. Dia memberikan simulasi bisnis online secara meyakinkan dari produksi, pengelolaan website hingga pengiriman barang. Semua diterangkan secara panjang lebar. Saya meminta waktu beberapa hari untuk memutuskan “iya atau tidak”.

Di tengah situasi sulit itu saya menelfon orang tua di kampung halaman. Bermaksud meminta restu untuk membuka bisnis online. Tapi nampaknya ada kekecewaan dari orang tua. Saya paham bahwa perasaan kecewa ini disebabkan oleh ketidaktahuan mereka soal dunia digital. Saya jelaskan panjang lebar soal peluang dan potensinya, mereka justeru menjawab:

“Kamu pulang saja dari pada di sana tidak bisa makan”

Permintaan orang tua itu tidak saya dengar. Saya putuskan untuk membuka bisnis online. Hasil kerja selama beberapa bulan saya tukar dengan 1 website yang sudah jadi dan disetting kawan saya. Hanya menyisakan 50 ribu untuk makan beberapa hari. Namun karena kawan lama saya mengerti keadaan ekonomi yang sulit, dia memberikan kerja kepada saya untuk menulis artikel. Jadilah saya merintis usaha dan bekerja sekaligus.

Dalam perjalanannya ternyata tak semudah yang dibayangkan. Digital marketing yang saya kenal saat itu tidak sekadar membangun website dan mengisi blog dengan artikel.

Kita membutuhkan strategi mengembangkan website agar bisa bersaing. Di sinilah untuk pertama kalinya saya mengenal Search Engine Optimization (SEO). Nahasnya, website yang kemudian saya kembangkan berdasarkan teknik SEO asal-asalan justeru membahayakan diri. Link building yang rapuh, backlink yang serampangan hampir membawa petaka deindex.

Tak mau website hancur akhirnya saya putuskan untuk mengambil private SEO. Saat itu usaha belum jalan. Terpaksa saya cari pinjaman uang ke teman saya untuk membiayai private. Saya belajar SEO daro nol sembari mempraktikkan. Alhamdulillah pelan-pelan saya mulai memahami logika dasar SEO. Website yang hampir deindex juga mulai naik. Kata kunci penting yang saya target juga mulai dikuasai.

Sampai suatu waktu seorang direktur cabang BUMN di solo mengontak saya dan meminta diadakan pertemuan. Katanya perusahaan yang dia pimpin akan mengadakan ulang tahun. Dan salah satu agenda pentingnya adalah memberikan bantuan usaha pada masyarakat. Lho memangnya apa yang sampeyan jual, mas?

Ya, betul. Yang saya jual adalah unit gerobak usaha atau booth. Dan anda pasti akan tercengang dengan jumlah yang diminta perusahaan itu. Mereka menginginkan 116 unit dalam 1 bulan!

Angka yang sangat fantastis. Saya sempat berpikir sejenak. Apakah ini mimpi? Saya memang ingin bisnis ini berjalan. Tapi ini lebih cepat dari dugaan siapapun. Saya coba hitung keseluruhan biayanya. 200 Juta lebih!

Semua jaring yang saya tebar di internet ternyata memang sangat cepat ditangkap oleh pasar. Lagi-lagi saya ingat….kecepatan adalah mata uang dalam bisnis…saya percaya karena mengalaminya. Dan saya mengalami karena mau berproses.

Lewat tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman pada pembaca bahwa digital marketing sudah mengambil alih model pemasaran bisnis kita yang sudah sekian lama menggunakan model offline. Digital marketing memberikan informasi yang sangat sangat cepat dan luas kepada siapapun. Dan filosofi ini yang dipakai oleh China dalam berbisnis. Barang-barang yang mereka produksi sudah memasuki pasaran sebelum kompetitor mereka datang. Mereka sudah menguasai pasar ketika kompetitor mereka baru menggelar lapak.

Sekarang kita berpikir lebih jauh. Bagaimana kita akan bersaing dengan China jika produk kerajinan Indonesia masih dijual dengan model konvensional? Akan sangat sulit berkembang. Bergelut di pemasaran online adalah hal yang wajib ditempuh di era saat ini sambil terus mengevaluasi kekurangan-kekurangan kita.

Prospek Digital Marketing

Pengalaman pahit yang saya alami itu tidak ubahnya sebagai sebuah proses. Di manapun akan saya hadapi kesulitan-kesulitan dan tantangan. Tapi ternyata ada hal sangat berharga yang baru saya rasakan saat ini. Mungkin inilah hikmah dari proses yang melelahkan itu. Tinggal bagaimana caranya saya bisa terus mengembangkan diri dengan sumber daya yang saya miliki. Apa pengalaman berhaga yang saya rasakan itu?

Saya baru menyadari bahwa dunia sudah berubah dengan sangat sangat sangat cepat. Di sinilah saya baru merasakan bahwa kecepatan adalah mata uang dalam bisnis. Rasionalisasi dari bisnis internet yang membutuhkan kecepatan baru bisa saya pahami setelah bergelut langsung. Menjadi praktisi, bukan menjadi komentator.

Misalnya hal yang paling mudah kita pahami. Banyak produk-produk Indonesia yang memiliki nilai besar tetapi tidak mendapatkan akses pasar. Saya sendiri bisa menghitung kira-kira ada ratusan produk kerajinan Indonesia yang bisa dijual online dan memiliki mangsa besar. Saat inipun hal itu masih menjadi masalah. Jika anda menjadi reseller itu adalah ceruk uang, bukan? Anda hanya membutuhkan strategi untuk bertarung melawan kompetitor: menentukan platform jualan, strategi marketing, dan promoting.

Ini baru dari satu sisi. Sisi lainnya adalah mengembangkan digital marketing untuk kebutuhan yang lebih besar. Misalnya membuka jasa SEO, Google Ads atau social media marketing. Dari usaha jasa SEO sendiri anda bisa membuka cabang usaha turunannya seperti jasa penulisan artikel, desain grafis produk usaha dan lain-lain.

Banyak usaha yang belum dioptimalkan di dalam digital marketing. Tanpa sadar saya membutuhkan kehadiran orang lain yang menguasai bidang-bidang spesifik agar membantu rencana usaha yang lebih besar dalam dunia digital marketing.

Platform Media Sosial

Platform media sosial saat ini digandrungi oleh masyarakat. Meski pada awalnya memiliki fungsi sebagai media komuniasi namun saat ini perusahaan media sosial seperti instagram dan facebook, mengembangkan fitur bisnis. Pergeseran ini tak lepas dari perubahan masyarakat dalam berbisnis. Seperti yang saya katakan di atas, agar mangsa pasar bisnis semakin luas kita butuh platform yang luas dan berdurasi cepat. Media sosial tentu menangkap ini sebagai potensi.

Dari sudut pandang pebisnis media sosial sangat membantu. Tanpa peran media sosial website yang saya garap juga tak akan berkembang. Media sosial adalah ruang interaksi. Sedangkan website adalah rumah toko. Logikanya, media sosial lebih menjemput bola. Sedangkan website lebih pada menunggu bola. Keduanya sangat penting.

Ada beberapa media sosial yang bisa kalian manfaatkan untuk tujuan promoting produk. Saya menggunakan beberapa yang saya anggap efisien dan efektif. Apa saja itu?

  • Halaman Facebook: Halaman Facebook adalah adalah salah satu fitur khusus yang disediakan oleh perusahaan Facebook untuk siapapun yang ingin memanfaatkannya. Fitur ini bisa untuk toko online, atau grup organisasi. Fitur ini menjadi ruang doalog antara customer dan brand. Halaman Facebook memungkinkan perusahaan kita membangun hubungan yang lebih baik dengan audien tertarget[1]. Daya jangkaunya luas: dunia.  Anda harus mulai untuk membangun branding anda di fitur ini agar bisa dilihat oleh konsumen anda. Dengan foto-foto produk yang luar biasa cantiknya tentu akan memikat konsumen anda. Tips yang perlu anda pegang dalam menjalankan halaman Facebook ini adalah: [1] Gunakan foto orisinil dan usahakan bagus. Foto orisinil penting karena menghindari anda dari pelanggaran hak cipta. Foto bagus tidak perlu alat canggih. Dengan smartphone sudah cukup. Hanya saja pengaturan cahaya dan penempatan background harus tepat. [2] Berikan deskripsi yang cukup tiap kali memposting. Jangan hanya memposting gambar kosong tanpa penjelasan. Sebab mesin pencari google juga tidak akan men-tracking. Deskripsi akan memberi informasi dan pengetahuan bagi konsumen. Secara tidak langsung kita sedang membangun rasa percaya mereka.
  • Instagram: platform ini berbasis gambar (image). Jika anda buka akun traveller luar negeri pasti muncul kesan takjub. Mereka memberikan foto-foto cantik. Dengan kualitas yang dahsyat. Nah seperti itulah harusnya akun instagram dibangun. Tidak harus sama persis. Tapi teorinya dapat. Emang apa sih teorinya? Gambar harus memberikan pesan kuat pada viewer tentang produk yang anda jual. Jika anda menjual alat-alat masakan maka munculkan kesan apa fungsi alat tersebut, keunggulannya, juga aspek-aspek yang membedakan. Tentukan warna yang akan jadi ciri khas anda. Dan tentu saja deskripsi singkat juga diperlukan agar memahamkan pengunjung. Satu hal lagi: hastag. Tagar hastag sangat penting sebagai keyword persaingan. Keyword ini yang akan bersaing dengan kompetitor anda. Tapi jangan terlalu berlebihan dalam memberikan tagar. Mainlah secara natural
  • Whatsapp: Whatsapp atau biasa disebut WA adalah fitur komunikasi personal/grup dan story yang bisa anda gunakan sebagai media informasi kepada teman-teman atau klien anda. WA saat ini juga menyediakan fitur bisnis. Dalam WA bisnis anda bisa memberikan profil perusahaan, mencantumkan alamat website, foto produk. Website dan market place saat ini sudah terkoneksi dengan WA. Umum dipahami dalam dunia digital marketing bahwa secara probabilitas WA lebih sering deal. Itu mengapa saat ini WA sangat penting. Ada beberapa tips yang sering kali dilupakan oleh para internet marketer dalam menggunakan WA. [1] WA pribadi dan bisnis masih sering dijadikan satu. Dan profile picture juga masih menggunakan foto pribadi. Mereka tidak sedang membangun branding perusahaan. Bagi anda yang ingin serius mengembangkan bisnis anda harus menggunakan WA sebaik mungkin untuk membangun branding perusahaan. [2] Berikan story WA dengan produk anda, khususnya produk baru harus anda perkenalkan. Dengan begitu kemungkinan repeat order sangat besar. [3] Gunakan bahasa yang baik ketika berkomunikasi dengan calon konsumen. Saya masih sering jumpai kasus-kasus seperti ini. Misalnya ketika konsumen menanyakan hal-hal remeh temeh yang sudah anda jelaskan di facebook atau website. Sering kali seller atau reseller menjawab begini: baca dulu deskriptifnya, jadilah konsumen yang cerdas. Kalimat-kalimat seperti ini tidak disukai konsumen karena terkesan menyindir atau menyepelekan mereka.

3 platform medsos yang sering saya gunakan ini adalah ujung tombak dari bisnis yang selama ini saya tekuni. Dan al-hamdulillah semua sangat membantu. Internet marketer di manapun memaksimalkan medsos ini.

Membangun Website

Mulailah proyek anda dengan membangun website.  Miliki toko anda sendiri.

Jangan pernah berpikir website harus seperti perusahaan besar dengan foto yang profesional, artikel-artikel keren, dan yang jelas berbiaya tinggi.

Bangun toko online anda dengan website sederhana.

Just info….marketplace sebenarnya adalah situs toko online. Tetapi mereka memiliki modal sehingga bisa membangun dengan platform canggih.

Banyak internet marketer yang masih menggantungkan diri pada marketplace. Untuk sementara waktu boleh-boleh saja. Tapi apakah anda tahu konsekuensinya?

Ketergantungan pada marketplace bisa membunuh anda sendiri. Mengapa? Marketplace akan merekam aktivitas jual beli user seperti anda. Mereka tahu produk apa yang laku atau profitable. Suatu waktu ketika mereka melakukan updating sistem anda akan menyesuaikan mereka. Anda dipaksa mengikuti aturan-aturan mereka yang sering berubah.

Berbeda dengan website. Anda menjadi penentu utama sebuah sistem toko online. Anda bisa mengubah sistem seperti yang anda inginkan tanpa perlu bergantung pada orang lain.

Bagi anda yang menjual produk website sangat mempermudah karena menggunakan one way system atau transaksi langsung tanpa perantara.  Coba bandingkan dengan marketplace yang menggunakan rekening bersama (rekber). Rekber akan mempengaruhi biaya produksi anda, bukan?

Sebagian besar calon konsumen juga akan memiliki kepercayaan yang jauh lebih besar dari pada marketplace. Dengan website anda memiliki toko yang sudah diverifikasi secara legal.

Masih banyak lagi keunggulan lainnya.

Saya tidak paham bagaimana membangun website, mas…..

Saya juga pernah berada di posisi ini. Memulai semuanya dari nol. Tapi jangan khawatir. Persaingan di kalangan provider website telah menuntut mereka untuk memperbaiki sistem agar mempermudah klien. Intinya: bagaimana agar mereka yang tidak tahu menahu tentang website bisa dipandu sampai memiliki sebuah situs jualan.

Kabar baiknya provider Domainesia hadir memberikan kemudahan bagi klien-nya. Domainesia adalah salah satu perusahaan penyedia domain dan hosting terbaik di Indonesia. Saya katakan terbaik karena [1] Mereka memberikan layanan ekstra dengan harga terjangkau bahkan relatif lebih murah dari provider lainnya. Sangat cocok bagi anda yang baru mulai mengenal digital marketing [2] Domainesia menggunakan hosting Cloud dan hosting SSD (Solid State Drive) yang memungkinkan anda bersaing dengan kecepatan tinggi [3] Domanesia sangat membantu para pelaku usaha kecil menengah yang mau membuka pasar online berupa website. Misalnya adalah program domain gratis. Waaaah…kerenkan?

Bagi anda yang tidak tahu menahu tentang website jangan khawatir, domainesia akan mengarahkan anda sampai memiliki website jualan. Mereka menyediakan akses chat untuk komunikasi langsung. Sepengalaman saya, chat itu sangat membantu di waktu-waktu genting.

Sekarang giliran anda untuk berhasil dalam dunia digital marketing. Tidak ada yang sulit dalam digital marketing. Kita hanya perlu belajar dan bertanya. Semua sudah tersedia di internet. Apa yang kita butuhkan sudah disediakan di sana.


[1] Baca lebih lanjut artikel terkaid di https://blog.milestoneinternet.com/getting-social/why-is-facebook-important/